Kegiatan mendaki gunung atau sekadar
hiking tak lagi hanya dilakukan mereka yang tergabung dalam kelompok pencinta alam, baik itu Siswa Pecinta Alam (Sispala) maupun Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Menjamurnya aplikasi unggah foto dimanfaatkan sejumlah kalangan untuk memamerkan panorama dan
landscape yang berhasil diabadikan saat mendaki gunung.
Terang saja, hal ini membuat pengguna lainnya kepincut untuk menyaksikan dan mengabadikan pemandangan alam serupa. Alhasil, mendaki gunung telah menjadi tren tersendiri.
Akan tetapi, hobi yang satu ini perlu kematangan fisik maupun logistik. Perlengkapan penting yang harus dipersiapkan dalam petualangan di wilayah pegunungan, di antaranya peta, korek,
head lamp, pisau, P3K, jas hujan atau
rain coat, peluit, kompas, baju hangat, celana panjang, jaket, serta persediaan ekstra air dan makanan. Perlengkapan tersebut tentunya tidak sedikit, menghabiskan banyak tempat, dan berbobot cukup berat.
Siapa sangka, permasalahan itu membuat Mohammad Zahwan Jamaludin, Muhhammad Ikhwan Hanif, Venza Rhoma Saputra, Reza Fahmi Hidayat, serta Panji Laksono memutar otak dan berhasil menggagas ide jaket multifungsi.
"Terlintas ide fungsi jaket tidak hanya sebagai pelindung tubuh, namun juga dapat menjadi wadah penyimpanan tenda, sarung tangan, celana,
rain coat saat hujan, dan perlengkapan lain," ucap Mohammad Zahwan selaku ketua tim. Tim yang beranggotakan mahasiswa IPB ini menamakan desain jaket tersebut dengan label Zaphanza.
Zaphanza mampu memanfaatkan setiap
packing dalam berbagai fungsi penunjang kegiatan mendaki gunung. "Walaupun banyak komponen yang ada di Zaphanza, jaket ini kami yakin tetap nyaman digunakan dan tidak membatasi gerak tubuh," tutur Zahwan, mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB ini.
(*) Sumber : http://sinarharapan.co/ipk/read/150518116/mahasiswa-ipb-ciptakan-fashion-unik-mendaki-gunung16
Artikel keren lainnya: